RSS Subscribe
Sunday, October 11, 2009
dzunnul al misri
Tokoh yang bernama DZunnul Al-Misri. Beliau telah dilahirkan Akhmim di Negara Mesir. Beliau merupakan antara tokoh sufi terkenal pada awal zaman sufi. Disamping itu juga beliau memiliki kedudukan tinggi dizamanya.Nama lengkapnya ialah Abu al- Faidl Tsauban bin Ibrahim Dzunnul al-Nun al-Misri al-Akhmini Qibthy.Ia dilahirkan di Akhmin daerah Mesir.ada juga pendapat yang mengatakan bahawa dia berasal Naubah suatu negeri yang terletak antara Sudan dan Mesir. Tahun kelahirannya tidak banyak diketahui, yang diketahui hanya tahun wafatnya, yaitu 860 M. Menurut Hamka, beliau merupakan puncaknya kaum sufi dalam abad ketiga hijriah. Beliaulah yang banyak sekali menambahkan jalan buat menuju Tuhan. Iaitu mencintai Tuhan, membenci yang sedikit, menurut garis perintah yang diturunkan dan takut terpaling dari jalan yang benar.
Dzunnul al-Misri, memandang bahawa ulama- ulama Hadits dan Fiqh memberikan ilmunya kepada masyarakat sebagai suatu hal yang menarik keduniaan di samping sebagai obor bagi agama. Pandangan hidupnya yang cukup sensitif barangkali menyebabkan para fuqaha mulai membenci dan menentangnya dan sekaligus menuduhnya sebagai seorang zindiq. Tidak hanya sampai di situ, bahkan para fuqaha mengadukannya kepada ulama Mesir yang pada waktu itu dipimpin oleh Muhammad bin Abdul Hakam penganut mazhab Maliki. Dzunnul Misri dipanggil dan ditanya oleh pimpinan ulama itu. Dari berbagai jawapan dan huraian yang diberikannya, maka pimpinan ulama itu menuduhnya sebagai seorang zindiq. Setelah itu Dzunnul merasa bahwa dirinya tidak lagi disenangi masyarakat daerahnya. Untuk itu ia memutuskan untuk sementara waktu bermusafir ketempat lain. Setelah merantau beberapa lama ia kembali pulang ke Mesir dan penguasa waktu itu ialah Ibnu Abi Laits, berfahaman mazhab Hanafi sebagai pengganti Muhammad bin Abdul Hakam yang meninggal. Di Mesir, ia dituduh orang banyak sebagai orang yang zindiq dan demikian pula sikap penguasa waktu itu. Bahkan menyuruhnya pergi ke Baghdad menemui khalifah untuk menerima hukuman penjara.
Akan tetapi di Baghdad banyak sufi yang berasal dari Mesir dan di antara mereka ada yang bekerja sebagai pegawai dilingkungan istana. Para sufi itu berusaha agar khalifah al-Mutawakkil bersedia menerima kedatangan Dzunnul al- Misri. Ternyata kemudian khalifa al-Mutawakkil bersedia menerima kedatangan Dzunnul al-Misri serta menerima ajaran- ajaran yang dikembangkannya. Pada waktu al-Misri akan kembali ke Mesir, khalifah melepasnya dengan penghormatan. Sesampainya di Mesir, ia kembali menyebar luaskan ajaran tasawufnya dan sejak itu pulalah tasawuf berkembang dengan pesat di kawasan Mesir. Namun tidak lama kemudian ia wafat di Jizah dan makamkan di Qurafah shughra pada tahun 245 Hijriyah.
Thursday, September 17, 2009
Riwayat Hidup As-Syahid Syaikh Ahmad Yasin
Mengalami kelumpuhan total sejak muda akibat kecelakaan dalam sebuah aktifitas oleh raga.
Bekerja sebagai guru Bahasa Arab dan Tarbiyah Islamiyah, kemudian bertugas sebagai khatib dan guru di masjid-masjid Gaza. Dalam masa penjajahan, dia menjadi khatib paling populer di kalangan masyarakat Jalur Gaza karena kekuatan argumennya dan keberaniannya dalam al haq (kebenaran).
Menjadi ketua perhimpunan Islam di Jalur Gaza
Pada tahun 1983, Syaikh Ahmad Yasin ditangkap rezim Imperialis Israel atas tuduhan memiliki senjata, membentuk pasukan militer dan menyerukan pelenyapan eksistensi negara Yahudi. Karenanya, beliau dihadapkan ke mahkamah militer Israel dan divonis 13 tahun penjara.
Pada tahun 1985, beliau dibebaskan dalam rangka pertukaran tahanan antara pihak rezim Imperialis Israel dengan PFLL (Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina) - Pimpinan Umum, setelah mendekam 11 bulan dalam penjara rezim Imperialis Israel
Bersama para kativis perlawanan islam (islamiyun) Palestina, beliau mendirikan organisasi perlawanan, Gerakan Perlawanan Islam "Hamas" - Palestina, di Jalur Gaza pada tahun 1987.
Pada akhir bulan Agustus 1988, militer Imperialis Israel menyerbu rumah kediaman beliau di Gaza. Mereka melakukan pengeledahan dan mengancam membuangnya di atas kursi roda yang beliau duduki sehari-hari ke Libanon.
Pada malam hari tanggal 17 Mei 1989, rezim Imperialis Israel kembali menangkap Syaikh Ahmad Yasin berserta ratusan aktivis Gerakan Hamas, dalam rangka upaya menghentikan perlawanan bersenjata yang terjadi ketika itu dengan mengambil bentuk serangan dengan menggunakan as silah al abyadh (senjata putih), yakni selain senjata api terhadap serdadu-serdadu Israel, warga Yahudi serta penculikan terhadap agen-agen Israel.
Pada tanggal 16 Oktober 1991, mahkamah militer Imperialis Israel mengeluarkan keputusan dengan memvonis Syaikh Ahmad Yasin berupa penjara seumur hidup ditambah 15 tahun, setelah disodorkan daftar tuduhan sebanyak sembilan item. Di antaranya seruan (provokasi) penculikan dan pembunuhan terhadap serdadu-serdadu Imperialis Israel, pendirian Gerakan Hamas beserta sayap militer dan dinas keamanannya.
Di samping menderita kelumpuhan total, Syaikh Ahmad Yasin juga menderita beberapa penyakit lain. Di antaranya, kebutaan di mata kirinya dan lemah pandangan di mata kanannya akibat penyiksaan yang beliau alami saat menjalani penyidikan, menderita radang telinga cukup kronis, alergi paru-paru, beberapa penyakit dan peradangan dalam dan usus. Kondisi penahanan yang buruk yang dialami Syaikh Ahmad Yasin menyebabkan merosotnya kondisi kesehatannya, sehinggga harus dipindahkan ke rumah sakit beberapa kali. Kondisi kesehatan Syaikh Ahmad Yasin terus menurun akibat penahanan dan tidak adanya pelayanan kesehatan yang memadai.
Pada tanggal 13 Desember 1992, sekelompok sukarelawan berani mati (fida'i) dari Brigade Izzuddin al Qassam menculik seorang serdadu militer Imperialis Israel. Brigade Izzuddin al Qassam menuntut pelepasan serdadu Israel tersebut dengan kompensasi pembebasan Syaikh Ahmad Yasin dan beberapa tawanan di penjara rezim Imperialis Israel, di antara mereka ada sedang menderita sakit, orang lanjut usia serta beberapa tawanan Arab yang ditangkap militer Imperialis Israel di Lebanon. Namun pihak Imperialis Israel menolak tuntutan tersebut, bahkan balik melancarkan serangan ke lokasi penahanan serdadu Israel tersebut, sehingga menyebabkan kematiannya serta kematian komandan kesatuan penyerangan pasukan Imperialis Israel dalam penyerangan tersebut, sebelum syahidnya para pahlawan sukarelawan berani mati di dalam rumah yang berlokasi di desa Beir Nebala, dekat Jerusalem.
Rabu pagi, tanggal 1 Oktober 1997, Syaikh Ahmad Yasin dibebaskan berkat perjanjian yang berlangsung antara Jordania dan rezim Imperialis Israel, dengan kompensasi penyerahan dua agen (antek) Zionis yang tertangkap di Jordan setelah mereka gagal dalam upaya pembunuhan terhadap al-Akh Khalid Misy'al, Kepala Biro Politik Hamas di Amman.
Senin subuh 22 maret 2004, adalah hari kebahagiaannya; syahid menemui kekasih tercintanya, setelah 3 rudal yang dilepaskan melalui helikopter Apache milik komplotan jahanam Zionis menghantam tubuhnya yang lumpuh total.
(AM Rais)
Wednesday, September 16, 2009
DEMOKRASI- Pililihan raya
Sebut sahaja demokrasi ianya tidak dapat lari daripada pilihan raya. Maka pilihan raya, mungkin menjadi satu
Keadaan konfrantasi sekarang ini, terutamanya apabila setiap orang mulai memintas lawannya dengan apa cara sekalipun, setelah menumpahkan bahang-bahang panasnya kepada orang awam, kepada orang lain yang tidak terlalu ghairah dengan perlumbaan yang kadang-kadang sengit dan memyakitkan itu. Dan yang terlibat itu orang yang sama-sama mengucap dua kalimah syahadah, yang menunaikan solat, puasa yang sama, yang mengeluarkan zakat serta menunaikan haji dalam bentuk dan peraturan yang sama.
Dari segi akidah, dan dari segi perlaksanaan hukum agama dan dari segi cara hidup semua kita adalah orang yang mengesakan tuhan, iaitu Allah yang maha berkuasa. Hal ini menjadi asas kepada penyatuan umat islam, bukan hanya di negara kita sahaja, di seluruh dunia ini, di mana saja kita berada.
Tetapi di dalam gelanggang politik kadang-kadang hukumnya berubah. Akidah dan niat seseorang sering dipersoalkan, amalan baik seseorang dipertikaikan matlamat orang islam yang mengamalkan agama berdasarkan ajaran Allah dan Rasul-nya sering dipertikaikan dan dinafikan oleh orang islam sendiri semata mata ingin mengekalkan dan menegakkan agenda politik tertentu. Sekiranya kita mengikut ajaran yang berpandukan kepada falsafah keilmuan agama kita, maka kita semua harus menghormati perjuangan orang lain selagi jelas dan tidak bercanggah dengan agama kita. Apakah kita saja yang boleh mendakwa bahawa kita sahaja yang berjuang mengikut ajaran al-Quran dan al-Sunnah, sedangkan orang lain juga berkerja untuk agama kita nafikan segala usaha mereka?
Kami percaya ramai orang islam yang merasa gelisah dan kadang-kadang dukacita yang teramat sangat melihat keadaan pertelagahan politik dengan berhujahkan agama secara melulu. Tanpa hormat dan sopan dan tanpa menjaga perasaan sesama umat islam. Gelagat ini amat menjijikan. Bagi bagi orang-orang begini kami yakin mereka akan merasa lega dengan ketibaan pilihan raya, ramai orang yang beranggapan bahawa pilihan raya sekurang-kurangnya akan dapat melegakan sedikit ketegangan yang amat panas yang dirasakan sejak akhir-akhir ini.
Bagaimanapun kita tentu sedar bahawa ketibaan tarikh pilihan raya akan lebih menarik minat orang yang selama ini amat ghairah dengan kempen-kempen kotor dan cemar dan melipatgandakan pencemaran dan kekotoran itu. Al-Quran selalu mengingatkan kita tentang orang-orang yang sakit hatinya. Maka orang-orang ini akan bertambah sakit hatinya berlipat ganda. Namun begitu kita berharap keadaan berlaku sebaliknya, iaitu walaupun sekencang mana sekalipun kempen dalam merebut kerusi, maka kita seharusnya masih dapat mempertahankan nilai-nilai moral kerohanian kita dan masih dapat mengawal kata-kata kita, emosi dan mental kita.
Kalau kita benar-benar yakin kepada agama kita maka kita tentulah tahu bahawa perjuangan merebut kerusi dalam pilihan raya bukanlah segala-galanya di atas muka bumi ini sehingga kita sanggup menggadaikan akhlak dan maruah agama yang suci lagi benar ini. Atau sehingga kita sanggup menghukum dan menghina lawan kita dengan sesuatu yang palsu dan dusta. Kadang-kadang kita harus ingat bahawa kata-kata kesat, fitnah dan palsu hanya akan memakan diri sendiri, kerana orang yang mendengar bukan semua menekan secara bulat-bulat segala apa yang kita lontarkan. Mereka punyai fikiran yang rasional dan dapat berfikir sendiri terhadap apa yang dibicarakan orang. Ada kalanya kita ditolak semata-mata kerana kata-kata yang membayangkan keburukan kita sendiri. Oleh itu setiap orang harus berhati-hati melontarkan dan memainkan kata-katanya agar tidak menjadi perangkap terhadap diri sendiri.
Satu perkara lain yang harus kita berhati-hati ialah tanggungjawab sendiri ketika berhujah dan bercakap. Tanggungjawab kepada Allah S.W.T adalah mengatasi segala tanggungjawab dan amanah yang lain.Di samping mengharap dan berdoa semoga pilihan raya akan berjalan dan berakhir dengan aman damai maka kita juga harus bertindak sebagai orang yang bersopan, beradab dan bertamadun ketika menghadapi peristiwa besar yang bakal menentukan masa depan kita dan anak cucu kita yang akan datang, sekurang-kurangnaya untuk lima tahun lagi.
Negara kita Malaysia, juga tidak dapat lari daripada menghadapi pilihan raya, sebagai rakyat yang telah menghadapi pilihan raya selama sepuluh tahun, rakyat Malaysia seharusnya matang dalam memilih atau membuat pilihan mereka sendiri dan menentukan sikap serta pendiriaan masing-masing.
Satu fonomena tidak sihat yang kelihatan dalam masyarakat islam dalam menjalankan kempen pilihan raya zaman sekarang ialah melabelkan orang-orang yang mereka tidak senangi atau musuh politik mereka, dengan label-label yang kurang sopan tidak beradab kata-kata kasar yang tidak sepatutnya keluar dari mulut seorang islam.
Kita semua mesti ingat dan mesti akui bahawa polemik dan kepelbagaian pandangan dan pemikiran di dalam masyarakat adalah sesuatu yang boleh diterima dan dibincangkan dalam rangka pembangunan Negara, termasuk dalam merebut kuasa secara demokrasi melalui pilihan raya. Tetapi yang tidak dapat diterima perebutan memaksa pandangan sendiri secara sempit, tidak bertamadun dan tidak beradab atau bersandarkan kepada akal fikiran. Apa lagi intelek manusia, maka hal inilah yang tidak sepatutnya wujud di dalam masyarakat kita yang telah matang dan membangun dengan baik di dalam bidang-bidang pembangunan.
Bagaimanapun kami berharap bahawa kekecohan pemikiran dan kebimbangan otak kita tidaklah merupakan sesuatu yang kekal dan berterusan hingga ke anak cucu. Biarlah hal ini menjadi satu ombak sementara dalam keghairahan orang yang merebut kerusi dalam politik, kerana kami percaya orang-orang yang menabur janji dan mengatakan sesuatu sesuatu yang buruk kepada lawannya itu sebenarnya ia sendiri mungkin tidak mempercayainya dan ia sendiri tahu bahawa janji-janjinya yang besar-besar itu adalah kosong dan palsu semuanya.
Sebagai orang awam dan sebagai rakyat yang rasional dan boleh berfikir secara matang, sebagai orang islam yang mengetahui bahawa rasul dan nabi terakhir hanyalah nabi kita Muhammad S.A.W dan sebagai pengundi yang selama ini menolak sebarang aliran ekstrem dan aliran perkauman dan keagamaan melulu, oleh itu marilah kepada mereka yang menghadapi pilihan raya laksanakannya secara bijaksana dan terbuka barulah mengikut demokrasi secara islam
Friday, September 11, 2009
HAMAS PEJUANG KOTS SUCI BAITULMAQDDIS


Asal Usul HAMAS
Permulaan tahun 80′an pula telah menyaksikan bagaimana suasana di Palestin mula berubah. Kegagalan usaha kumpulan kiri, revolusi Iran 1979 dan juga kemenangan parti Likud yang ekstrim di Israel telah memberikan satu momentum kepada perjuangan Islam di Palestin. Kebangkitan Islam di kalangan rakyat Palestin juga telah menyumbang kepada suasana yang serba baru ini. Natijahnya, “Saraya Jihad al-Quds” ataupun lebih dikenali sebagai kumpulan Jihad Islami mula muncul. Mereka sebenarnya merupakan kumpulan pecahan dari IM di Gaza yang kecewa dengan kelambatan IM untuk mengumumkan jihad terhadap rejim Zionis. Fathi Shikaki, pengasas Jihad Islami merupakan seorang yang begitu mengkagumi revolusi Iran telah menyatakan pendiriannya ini ketika menubuhkan Jihad Islami. Para anggotanya pula terdiri daripada pelbagai latar belakang. Ada di antara mereka yang berlatar belakangkan IM, ada yang terpengaruh Jamaat Islamiyyah dari Mesir, dan ada yang pengkagum revolusi Iran.
Tahun 1984 telah menyaksikan bagaimana persediaan IM untuk melancarkan jihad telah dibongkar rejim Zionis. Syeikh Ahmad Yassin, pemimpin karismatik IM dan juga orang yang bertanggung jawab membina generasi muda IM di Gaza telah ditangkap. Pelbagai penangkapan lagi telah dilakukan oleh pihak rejim terhadap aktivis IM. Akhirnya suasana tahun 1984-87 yang serba getir ini telah melonjakkan aktivisme IM untuk muncul sebagai sebuah gerakan jihad di Palestin setelah sekian lama “mengeram”. Pada tahun 1985, kepimpinan IM di Palestin telah memobilisasikan para aktivis IM di seluruh Gaza dan Tebing Barat agar turut turun menyertai demonstrasi untuk berhadapan dengan musuh.
Penubuhan HAMAS
Akhirnya pada tahun 1987, IM telah mula menstrukturkan gerakan mereka. Syeikh Ahmad Yassin telah dipilih menjadi pengasas dan pemimpin spiritual HAMAS setelah sekian lama menjadi ketua biro politik IM (yang merupakan biro paling utama IM) di Gaza. Syeikh Salah Syahadah pula dilantik menjadi ketua sayap ketenteraan mereka. Operasi pertama yang mereka lancarkan pada September 1987 oleh Yahya al-Ghoul dan Salah Syahadah walaupun kecil impaknya, namun telah menjadi mercu tanda permulaannya lembaran jihad yang baru bagi IM di Palestin. Keadaan kucar-kacir itu memuncak pada 6 Disember apabila kumpulan Jihad Islami telah berjaya membunuh seorang warga Zionis. Rakyat Israel yang marah telah bertindak balas yang membawa kepada insiden pelanggaran 13 rakyat Palestin oleh warga Zionis menggunakan trak sewaktu mereka pulang dari kerja. Kesannya, empat orang telah meninggal dunia, manakala sembilan yang lainnya pula cedera parah.

Pemikiran dan buku tokoh-tokoh mereka, semacam Hasan Al-Banna, Sayyid Quthub, Said Hawwa, Fathi Yakan, Yusuf Al-Qardhawi, At-Turabi tersebar luas dengan berbagai bahasa, sehingga sempat mewar-nai gerakan-gerakan dakwah di berbagai negara.
Ikhwanul Muslimin, gerakan ini tidak bisa lepas dari sosok pendirinya, Hasan Al-Banna. Dialah gerakan Ikhwanul Muslimin dan Ikhwanul Muslimin adalah dia. Karismanya benar-benar tertanam di hati pengikut dan simpatisannya, yang kemudian senantiasa mengabadikan gagasan dan pemikiran Al-Banna di medan dakwah sepeninggalnya.
Untuk mengetahui lebih dekat hakikat gerakan ini, mari kita simak sejarah singkat Hasan Al-Banna dan berdirinya gerakan Ikhwanul Muslimin.
Kelahirannya
Hasan Al-Banna dilahirkan pada tahun 1906 M, di sebuah desa bernama Al-Mahmudiyyah, yang masuk wilayah Al-Buhairah. Ayahnya seorang yang cukup terkenal dan memiliki sejumlah peninggalan ilmiah seperti Al-Fathurrabbani Fi Tartib Musnad Al-Imam Ahmad Asy-Syaibani, beliau adalah Ahmad bin Abdurrahman Al-Banna yang lebih dikenal dengan As-Sa’ati.
Pendidikannya
Ia mulai pendidikannya di Madrasah Ar-Rasyad Ad-Diniyyah dengan menghafal Al-Qur`an dan sebagian hadits-hadits Nabi serta dasar-dasar ilmu bahasa Arab, di bawah bimbingan Asy-Syaikh Zahran seo-rang pengikut tarekat shufi Al-Hashafiyyah. Al-Banna benar-benar terkesan dengan sifat-sifat gurunya yang mendidik, sehingga ketika Asy-Syaikh Zahran menyerahkan kepemim-pinan Madrasah itu kepada orang lain, Hasan Al-Banna pun ikut meninggalkan madrasah.
Selanjutnya ia masuk ke Madrasah I’dadiyyah di Mahmudiyyah, setelah berjanji kepada ayahnya untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur`an-nya di rumah. Tahun ketiga di madrasah ini adalah awal perke-nalannya dengan gerakan-gerakan dakwah melalui sebuah organisasi, Jum’iyyatul Akhlaq Al-Adabiyyah, yang dibentuk oleh guru matematika di madrasah tersebut. Bahkan Al-Banna sendiri terpilih sebagai ketuanya. Aktivitasnya terus berlanjut hingga ia bergabung dengan organisasi Man’ul Muharramat.
Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Al-Mu’allimin Al-Ula di kota Damanhur. Di sinilah ia berkenalan dengan tarekat shufi Al-Hashafiyyah. Ia terkagum-kagum dengan majelis-majelis dzikir dan lantunan nasyid yang didendangkan secara bersamaan oleh pengikut tarekat tersebut. Lebih tercengang lagi ketika ia dapati bahwa di antara pengikut tarekat tersebut ada guru lamanya yang ia kagumi, Asy-Syaikh Zahran. Akhirnya Al-Banna bergabung dengan tarekat tersebut. Sehingga ia pun aktif dan rutin mengamalkan dzikir-dzikir Ar-Ruzuqiyyah pagi dan petang hari. Tak ketinggalan, acara maulud Nabipun rutin ia ikuti: “…Dan kami pergi bersama-sama di setiap malam ke masjid Sayyidah Zainab, lalu melakukan shalat ‘Isya di sana. Kemudian kami keluar dari masjid dan membuat barisan-barisan. Pimpinan umum Al-Ustadz Hasan Al-Banna maju dan melantunkan sebuah nasyid dari nasyid-nasyid maulud Nabi, dan kamipun mengikutinya secara bersamaan dengan suara yang nyaring, membuat orang melihat kami,” ujar Mahmud Abdul Halim dalam bukunya. (Al-Ikhwanul Muslimun Ahdats Shana’at Tarikh, 1/109)
Di antara aktivitas selama bergabung dengan tarekat ini ialah pergi bersama teman-teman se-tarekat ke kuburan, untuk meng-ingatkan mereka tentang kematian dan hisab (perhitungan amal). Mereka duduk di depan kuburan yang masih terbuka, bahkan salah seorang mereka terkadang masuk ke liang kubur tersebut dan berbaring di dalamnya agar lebih menghayati hakekat kematian nanti.
Al-Banna terus bergabung dengan tarekat tersebut sampai pada akhirnya ia berbai’at kepada syaikh tarekat saat itu yaitu Asy-Syaikh Basyuni Al-’Abd. Jabir Rizq mengatakan: “…(Hasan Al-Banna) sangat berkeinginan mengambil ajaran tarekat itu, sampai-sampai ia meningkat dari sekedar simpatisan ke pengikut yang berbai’at.” Sepeninggal Basyuni, Al-Banna berbai’at kepada Asy-Syaikh Abdul Wahhab Al-Hashafi, pengganti pendiri tarekat tersebut. Ia diberi ijazah wirid-wirid tarekat tersebut. Dengan bangga Al-Banna mengungkapkan: “Dan saya berteman dengan saudara-saudara dari tarekat Al-Hashafiyyah di Damanhur. Saya rutin mengikuti acara al-hadhrah di Masjid Taubah setiap malam… Sayyid Abdul Wahhab-pun datang, dialah yang memberikan ijazah di kelompok tarekat Hashafiyyah Syadziliyyah, dan saya menda-pat ajaran tarekat ini darinya. Ia juga mem-beri saya wirid dan amalan tarekat itu.”
Karena faktor tertentu, akhirnya kelompok tarekat ini mendirikan sebuah organisasi, bernama Jum’iyyah Al-Hashafiyyah Al-Khairiyyah yang diketuai oleh teman lamanya, Ahmad As-Sukkari. Sementara Hasan Al-Banna menjadi sekretarisnya. Al-Banna mengatakan: “Di saat-saat ini, nampak pada kami untuk mendirikan organisasi perbaikan yaitu Al-Jum’iyyah Al-Hashafiyyah Al-Khairiyyah, dan aku terpilih sebagai sekretarisnya… Lalu dalam perjuangan ini, aku menggantikannya dengan organisasi Ikhwanul Muslimin setelah itu.”
Al-Banna menghabiskan waktunya di madrasah Al-Mu’allimin dari tahun 1920-1923 M. Di sela-sela masa itu, ia juga banyak membaca majalah Al-Manar yang diterbitkan oleh Muhammad Rasyid Ridha, salah seorang tokoh gerakan Ishlahiyyah yang banyak dipengaruhi pemikiran Mu’ta-zilah. Di sisi lain, iapun suka mendatangi Asy-Syaikh Muhibbuddin Al-Khathib di perpustakaan salafinya.
Al-Banna, ketika ingin melanjutkan pendidikannya ke Darul Ulum, sempat bimbang antara melanjutkan atau menekuni dakwah dan amal. Ini dikarenakan interaksinya dengan buku Ihya‘ Ulumuddin. Namun bermodalkan nasehat dari salah seorang gurunya, ia mantap untuk melanjutkan pendidikan.
Ia akhirnya memutuskan melanjutkan pendidikannya di Darul Ulum. Di sini, ia sangat giat membentuk jamaah-jamaah dakwah, sehingga di tengah-tengah aktivitasnya tercetus dalam benaknya, ide untuk menjalin hubungan dengan orang-orang yang duduk di warung-warung kopi dan di desa-desa terpencil untuk mendakwahi mereka. Pada akhirnya Al-Banna lulus dari Darul Ulum pada tahun 1927 M.
Usai pendidikannya di Darul Ulum, ia diangkat menjadi guru di daerah Al-Isma’iliyyah. Iapun mengajar di sekolah dasar selama 19 tahun. Sebelumnya, ia datang ke daerah itu pada tanggal 19 September 1927 dan tinggal di sana selama 40 hari untuk mempelajari seluk-beluk lingkungan tersebut. Ternyata, ia dapati banyak terjadi perselisihan di antara masyarakat, sementara ia berkehendak agar dapat berkomunikasi, bergaul dengan semua pihak, dan mempersatukannya. Usai berpikir panjang, akhirnya ia memutuskan untuk menjauh dari semua kelompok yang ada dan berkonsentrasi mendakwahi mereka yang berada di warung-warung kopi. Lambat laun dakwahnya-pun tersebar dan semakin bertambah jumlah pengikutnya.
Pembentukan Gerakan Ikhwanul Muslimin
Pada bulan Dzulqa’dah 1347 H yang bertepatan dengan Maret 1928, enam orang dari pengikutnya mendatangi rumahnya, membai’atnya demi beramal untuk Islam dan sama-sama bersumpah untuk menjadikan hidup mereka untuk dakwah dan jihad. Dengan itu muncullah tunas pertama gerakan Ikhwanul Muslimin. Selang empat tahun, dakwahnya meluas, sehingga ia pindah ke ibukota Kairo, bersama markas besar Ikhwanul Muslimin. Dengan bergulirnya waktu, jangkauan dakwah semakin lebar. Kini saatnya bagi Al-Banna untuk mengajak anggotanya melakukan jihad amali. Dengan situasi yang ada saat itu, ia membentuk pasukan khusus untuk melindungi jamaahnya. Pada tahun 1942 M, Hasan Al-Banna menetapkan untuk mencalonkan dirinya dalam pemilihan umum, tapi ia mencabutnya setelah maju, karena ada ancaman dari Musthafa Al-Basya, yang waktu itu menjabat sebagai pimpinan Al-Wizarah (Perdana Menteri, ed.). Dua tahun kemudian, ia mencalonkan diri kembali, namun Inggris memanipulasi hasil pemilihan umum.
Wafatnya
Pada tahun 1949 M, Al-Banna mendapat undangan gelap untuk hadir di kantor pusat organisasi Jum’iyyatusy Syubban Al-Muslimin beberapa saat sebelum maghrib. Ketika ia hendak naik taksi bersama Abdul Karim Manshur, tiba-tiba lampu penerang jalan tersebut dipadamkan. Bersamaan dengan itu peluru-peluru beterbangan mengarah ke tubuhnya. Ia sempat dievakuasi dengan ambulans. Namun karena pendarahan yang hebat, ajal menjemputnya. Dengan itu, tertutuplah lembaran kehidupannya.
Demikian sejarah ringkas Hasan Al-Banna bersama gerakan dakwah yang ia dirikan. Pembaca mungkin berbeda-beda dalam menanggapi sejarah tersebut, sesuai dengan sudut pandang yang digunakan. Namun bila kita melihatnya dengan kacamata syar’i, menimbangnya dengan timbangan Ahlus Sunnah, maka kita akan mendapatinya sebagai sejarah yang suram. Mengapa? Karena kita melihat, ternyata gerakan tersebut lahir dari sebuah sosok yang berlatar belakang aliran shufi Hashafi dengan berbagai kegiatan bid’ahnya, seperti bai’at kepada syaikh tarekat dan kepada Al-Banna sendiri sebagai pimpinan gerakan, amalan wirid-wirid Ruzuqiyyah yang diada-adakan, dzikir berjamaah, maulud Nabi, ziarah-ziarah kubur dengan cara bid’ah sampai pada praktek politik praktis di atas asas demokrasi. Gurunyapun campur aduk, dari syaikh tarekat, seorang yang terpengaruh madzhab Mu’tazilah, dan seorang yang berakidah salafi.
Warna-warni sosok pendiri tersebut sangat berpengaruh dalam menentukan corak gerakan tersebut, sehingga warnanyapun tidak jelas, buram. Tidak seperti Ash-Shirathul Mustaqim yang Nabi n katakan:
تَرَكْتُكُمْ عَلىَ مِثْلِ الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا
“Aku tinggalkan kalian di atas yang putih bersih, malamnya seperti siangnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Abi ‘Ashim, Al-Hakim, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Zhilalul Jannah no. 33)
Kisah Pejuang Palestin: Izzuddin Al-QassamSheikh Al Qassam adalah seorang imam, guru dan juga sheikh Tareekat Ash-Shazaliyah di Jilah Al-Adhamiyah, sebuah wilayah di bahagian utara Syria. Dia mengikut serta di dalam revolusi Syria memerangi penjajahan Perancis. Revolusi tersebut berakhir dengan berlakunya pertempuran Melson pada tahun 1920.
Perjuangan di Syria menjadi semakin rumit apabila penjajah Perancis menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Beliau hanya mempunyai dua pilihan iaitu hukuman mati atau tunduk dengan kehinaan. Beliau mengambil keputusan untuk berhijrah ke Haifa di Palestin. Tujuan lain perpindahannya ke kota Haifa adalah kerana kewujudan pendatang haram Yahudi yang semakin bertambah besar di bumi Palestin.
Izzudin Al Qassam datang ke Palestin sebagai mujahid kerana dia benar-benar memahami rancangan jahat yahudi yang mengerikan yang telah dibuat oleh Organisasi Zionis Antarabangsa di Basel, Swizland pada 29-30hb Ogos 1896. Mereka telah membuat resolusi untuk mendirikan sebuah negara nasional untuk orang Yahudi di Palestin. Beliau juga melihat pakatan sulit antarabangsa yang mendapat sokongan kaum penjajah umumnya dan British khususnya. Sheikh Izzudin juga melihat penhijrahan orang Yahudi secara besar-besaran ke bumi Palestin dan para pemuda Palestin bersenjata datang dari pelbagai penjuru dunia untu merebut tanah dengan kekerasan ataupun pujuk-rayu.
Di Haifa dia tinggal di rumah Haji Amin Nuruddin dan bergiat dengan aktiviti mengajar dan berceramah di Masjid An Nasr. Kemudiannya berpindah tugas di Masjid Al Istiqlal iaitu asjid terbesar ketika itu. Pada tahun 1927 dia mendirikan pejabat cawangan Jam'iyah Asy-Syubban Al-Muslimin (Persatuan pemuda Muslim) di Kota Haifa dan dia bertindak sebagai pemimpinnya.
Beliau mengajak para warga Arab Palestin berbincang mengenai ancaman Yahudi ini walaupun sebahagian daripada mereka mempunyai pendapat yang aneh. Ada di antara mereka yang bepandangan bahawa cukup untuk menghadapi mereka dengan demonstrasi, atau sebahagiannya mengatakan cukup dengan perundingan sahaja. Bahkan ada yang pergi ke Britain untuk mencari jalan penyelesaian permasalahan ini.
Selama tujuh tahun digunakan oleh beliau untuk mengadakan hubungan dengan orang ramai, mengenali identiti mereka, mengadakan pembinaan, latihan organisasi dan mempersiakan mereka untuk berhadapan dengan saat yang bakal menentukan masa depan. Dalam tempoh tujuh tahun beliau menjalankan pelbagai tugasan; guru di sekolah, pembimbing rohani di masjid, pekerja di Pejabat Syariat dan ketua pergerakan. Hubungan dengan berbagai kalangan masyarakat juga mengizinkan beliau memiliki dana kewangan.
Perjuangannya sangat menitikberatkan kepada tiga perkara utama:
- Kewaspadaan terhadap ancaman Yahudi secara berterusan.
- Ajakan untuk berjihad.
- Memilih orang-orang yang berkualiti dan dibekalkan dengan pemikiran yang benar serta kemahiran ketenteraan.
- Mengadakan hubungan baik dengan setiap orang, baik yang mempunyai komitmen pada agama mahupun tidak. Jika orang ini berubah, maka ia akan menjadi pejuang yag hebat dan dapat menjalankan tugas-tugasnya untuk memelihara hubungan yang luas.
- Menanamkan rasa cinta di antara sesama manusia kerana penjajah dan yahudi telah banyak menyebarkan bibit-bibit perpecahan di kalangan masyarakat.
- Mengajak orang yang dianggap baik dengan berkunjung ke rumahnya. Sheikh Izzudin saling membina suasana keakraban dan persaudaraan sehingga mencapai tahap berterus-terang untuk menyatakan tujuan perjuangan iaitu menyelamatkan Palestin.
- Izzudin berkeyakinan bahawa Palestin tidak akan dapat diselamatkan kecuali jika rakyatnya dibangkitkan rasa tanggung-jawabnya, lelaki, perempuan, orang awam ataupun ulama meyakini dan bangun berjuang.
Setelah pasukan Inggeris yang bekerjasama erat dengan Zionis bertindak mempersempitkan ruang geraknya di Haifa, maka Sheikh Al Qassam bersama enam sahabat rapatnya berpindah ke daerah pergunungan pada tahun 1935.
Pasukan ketenteraan yang beliau bentuk mencapai jumlah seramai 200 orang. Dari jumlah tersebut dia membahagikannya kepada beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri daripada lima orang dan salah seorang daripada mereka akan diangkat sebagai pemimpin dan pemberi arahan. Dalam tempoh yang agak singkat, pasukannya bertambah banyak dan mencapai keanggotaan seramai 800 pejuang. Setiap unit yang asalnya terdiri daripada lima orang membesar menjadi sembilan orang.
Rancangan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Di tahun 1935, Izzudin Al Qassam dalam usianya yang telah mencapai enam puluh tahun keluar pada satu malam dengan mengenakan pakaian pejuang setelah meninggalkan pakaian tokoh agama. Dia mengumpulkan aggota keluarganya untuk memberitahukan niatnya dan menjanjikan untuk berjumpa di syurga.
Pasukan Inggeris dengan senjata yang lengkap dan dibantu dengan pesawat bertempur menyerang pasukan Izzuddin Al-Qassam di Ya'bad. Dalam pertempuran tersebut Izzuddin Al-Qassam gugur sebagai syahid bersama dua orang pejuang lainnya pada 20hb November 1935.
Orang-orang Palestin di seluruh negara melakukan solat jenazah ghaib untuk beliau. Jenazah as Syahid Izzudin al Qassam dengan bajunya yang berlumuran darah dibawa oleh ribuan orang ke makam yang ada di kampungnya. Kesyahidan tiga pejuang tersebut telah mencetuskan lebih banyak penentangan, pergolakan dan permogokan terhadap penjajahan Inggeris dan Zionis terhadap bumi palestin.
Jasa Sheikh Izzuddin Al Qassam sentiasa dikenangi oleh orang-orang Islam terutamanya di Palestin malahan sebuah sayap ketenteraan HAMAS (Harakah Muqawamah Islamiyah), menabadikan namanya dalam unit dan bendera mereka.
Berbicara mengenai tradisi pergerakan Islam moden dan sejarahnya, nama Izzudin Al Qassam tidak dapat dipisahkan; beliau memiliki cara yang tersendiri dalam pembinaan generasi Islam dengan menggunakan pendekatan pendidikan, kesiap-sagaan, organisasi dan jihad. Jika diamati lagi, dalam aliran pergerakan Islam terdapat seorang tokoh besar yang mempunyai kaedah pergerakan yang pelbagai dan dia adalah salah seorang tokohnya.
Wednesday, August 12, 2009
permasalahan demokrasi di timur tengah
Isu demokrasi merupakan isu global yang dihadapi oleh setiap Negara didalam dunia.Isu ini turut melanda di Negara timur tengah selaras dengan gelombang yang melanda di soviet union dan eropah timur.Isu ini kembali bergolak di Negara timur tengah setelah tamatnya perang teluk2 yang mana melibatkan antara Iraq dengan Negara sekutu amerika pada tahun awal 90 an dan setelah terjadinya pergolakan politik di aljazair.
Pergolakan di al jazair akibat diberhentikan proses demokrsi bagi mencegah kemaraan parti penyelamat islam atau FIS yang mendominisasi keadaan politik di negara berkenaan ketika itu.Salah satu akhbar di Negara iran menceritakan konflik demokrasi yang melanda di Negara berkenaan
,
Selain itu Negara teluk turut melalui oeristiwa yang berkaitan dengan tuntutan terhadapsuatu pemerintahan yang lebih demokratik bukan sekadar di Kuwait malah turut merana di dalam masalah adalah Negara Iraq .Kedua-dua Negara ini merupakan 2 negara yang berteraskan kepada sistem warisan kuasa.Dan pada umunya mengetahui kebanyakan Negara tanah arab meraih kekuasaan berdasarkan warisan dan secara rampasan kuasa.
Di Arab Saudi turut tidak dapat mengelak dari gelombang perubahan yang melanda di Negara jiran yang lain.Perkara ini bermula pada tahun 1992 yang mana ketika itu pihak pemerintah menahan golangan daie atau dikenali sebagai pihak agama yang fundamental yang radikal.Mereka didakwa menghasut golongan rakyat supaya menjatuhkan kerajaan dinasti al fahd.Golongan ini turut mengecam hebat pemerintah yang ketika penglibatan Riyadh dalam proses perundingan di antara Arab dan Israel yang dirancang oleh amerika serta penglibatan Negara itu dalam kancah perang teluk serta menuntut perluasan penglibatan politik di kalangan rakyat ketika itu.
Mengapa negara barat tidak menghasut rakyat di timur tengah supaya memperjuangkan sistem yang demokratik?.Manakala Negara-negara timur asia yang mana mereka lantang menentang negara yang tidak mengamalkan demokrasi seperti myammar.Di mana aktivis demokrasi iaitu Aung San Suu Kyi yang dianggap sebagai wira di negara komunis tersebut.Segala yang dilakukan beliau sering mendapat perhatian di negara barat. Ini merupakan antara salah satu muslihat yang digunakan oleh pihak barat agar menghasut masyarakat mengikut telunjuk mereka.
Berbalik kepada Negara timur tengah di mana hampir kesemua negara tidak mengamalkan sistem demokrasi.Ini kerana sekiranya dijalankan sistem demokrasi di negara terbabit maka parti yang fundamentalisme yang anti barat akan menang.Negara barat tidak mahu orang timur tengah menjadi ancaman penguasaan mereka.Sebagai contoh Ayatollah Ali khoimeini yang berjaya menumbangkan kerajaan Shah Rajan yang merupakan pro barat.Walhal khoimeini adalah seorang imam dan beliau merupakan penentang barat yang begitu ditakuti barat.Ini telah tertubuhnya sebuah kerajaan republik iran dan pengakhiran kerajaan monarki islam yang terakhir
.
Namun begitu segala perjuangan mereka yang islamis ini tidak menemui jalan yang mudah dan sentiasa berhadapan dengan ranjau yang berliku.Lihat sahaja di Negara mesir yang mana kerajaan pimpinan ismail sajat menghancurkan gerakan ikhwanul muslimin di kota hamma.Malah penindasan terhadap mereka terus berlaku setelah kematian ismail sajat dan kezaliman yang dialami mereka ketika pemerintahan gammal abdel Nasser.Ketika itu gammal abdel Nasser menggunakan populariti ikhwan sebagai batu loncatan bagi beliau untuk menjadi presiden ketika itu.Setelah beliau memiliki apa yang dia inginkan maka bermula penganiyaan terhadap pimpinan ikwanul muslimin.Antara tokoh ikhwan yang menjadi mangsa adalah sayyid al qutb.Begitu juga saudara islam yang berada di bumi Iraq yang menghadapi kekejaman saddam hussien.Hal yang sama turut terjadi para aktivis islam di Saudi,Kuwait dan Bahrain.Mengapa negara terus mendukung Negara-negara terus mendukung kezaliman rejim-rejim yang menindas islam?Ini kerana sistem dictator yang dilakukan oleh Negara arab mampu menjaga kepentingan Negara barat.Setelah kejatuhan blok komunis,barat memang menganggap fundamentalisme islam sebagai ancaman berikutnya.
Monday, August 10, 2009
pendapat aku mengenai demokrasi
Setelah itu banyak berlaku kepincangan terhadap negara yang semakin menjurus ke arah lembah kehancuran.Mereka di atas semakin memperoleh kesenangan,bagi mereka di bawah semakin merana.Inikah yang kita mahukan dari system ini.Memang benar setiap perkara ada kelebihan dan ada kekurangan tapi apa yang kita alami kini lebih jelas kepada kekurangan.Oleh itu,perkara apa yang tidak pernah salah? Jawapan ini berada pada 4jjl.DIA yang telah memberikan panduan dan kesan mengikuti ketetapanNYA.Segala suruhannya meliputi aspek kesempurnaan serta diberikan contoh dari ap yang telah dilakukan oleh khatimul anbiya Rasulullah.Tetapi kita masih alpa dan terus lupa dengan menjadikan akal sebagai guru.Jikalau manusia tidak bongkak dan patuh dengan segala perintah ALLAH dan tunjuk ajar baginda dijadikan pedoman nescaya kita tidak melalui apa yang kita hadapi ketika ini. Namun begitu,mengapa kita sering mengagungkan sistem demokrasi ini?Adakah ia terpesong dari matlamat sebenar?.mari kita renungkan.
pesan Saidina Ali bagi kita sebagai pengumpul harta..
10 jawapan Saidina Ali ketika ditanya mengenai kepentingan ilmu dan kekayaan.( leaves: From A sufi Journal
1. Ilmu pengetahuan adalah warisan para nabi. Kekayaan adalah warisan Firaun. Maka ilmu pengetahuan adalah lebih penting
2. Kamu perlu melindungi harta kamu. Ilmu pengetahuan melindungi kamu. Maka ilmu pengetahuan adalah lebih baik.
3. Orang kaya memiliki ramai musuh. Orang berilmu memiliki mempunyai ramai sahabat. Oleh itu ilmu jauh lebih baik.
4. Ilmu pengetahuan akan bertambah setiap kali dikongsi dengan orang lain. Kekayaan akan berkurang apabila dikongsi
5. Orang ilmu cenderung menjadi pemurah. Orang kaya cenderung kepada kedekut
6. Ilmu tidak hilang jikalau dicuri. Kekayaan akan hilang jika dicuri
7. Masa tidak dapat merosakkan ilmu. Kekayaan akan hilang bersama masa
8. Ilmu tidak dapat dikira dan dinilai. Kekayaan boleh dihitung dan dikira
9. Ilmu pengetahuan menjadi pesuluh minda. Kekayaan akan menggelapkan minda
10. Ilmu pengetahuan mendorong kepada perikemanusiaan. Kekayaan mendorong kepada keangkuhan seperti Firaun dan Namrud
sejarah yahudi
Kekeraskepalaan Israel membuat saya ingin mengetahui lebih banyak mengenai bangsa Yahudi dan Israel ini ... Korak-korek ke sana ke mari terkumpullah berikut ini, bila ada yang akan menambahkan, silakan ...
Siapakah bangsa Yahudi ini ??
Menurut studi sejarah yang didasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal bangsa Yahudi erat hubungannya dengan kisah nabi Ibrahim AS yang ditengarai terjadi kurang lebih 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM.
Tafsir Al-Qur'an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot) (QS, 21:69-71). Putra nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian putra nabi Ishak adalah nabi Jakub. 12 putra nabi Yakub ini yang kemudian dikenal sebagai 12 suku Israel.
Putra bungsu nabi Yakub AS adalah nabi Yusuf AS, yang dikenal dari sejarah, setelah ditinggalkan di padang pasir oleh kakak-kakaknya, berhasil menjadi kepala bendahara di Mesir. Karena itu ayahnya, nabi Yakub, serta kakak-kakaknya menyusul nabi Yusuf AS ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang berkuasa memperbudak keturunan mereka yang dikenal dengan bani Israel.
Karena kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah SWT telah mengirim nabi Musa (Moses) AS masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir. Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur'an, Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasuki Kanaan, (Qur'an, 5:21).
Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara.
Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.
Setelah kematin Sulaiman, kerajaan yahudi terbelah di utara Israel dengan ibukota Samarria dan Di Selatan Juda dengan ibukota Yerrusalem. Dengan berlalunya waktu Suku yahudi jatuh di bawah Assyurriea dan Babilon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian. Ketika raja Perrsia Kyros 539 SM mengizinkan orang Yahudi kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di sinilah mulainya Diaspora.
63 SM Juda dan Israel jatuh ke tangan ornag Romawi dan tahun 70 berhasil menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkan biara dan Juda.
Awal terbentuknya Israel
Setelah itu kehidupan orang Yahudi hanya ada dalam pelarian dan pengejaran, baru di kekalifahan Usman, orang Yahudi dapat merasakan kehidupan yang damai dengan membayar pajak perlindungan. Akhir abad ke 19, ditunjang oleh Jewish Colonization Assocation Baron Hirsch, Yahudi dari Eropa Timur berreimigrasi ke Argentina dan membentuk Kolonialisme pertanian, untuk kembali ke Palestina. Ini dimulai tahun 1881.
1896 Theodor Herzl kelahiran Budapest membuat Negara Yahudi. Tujuannya untuk membuat negara untuk orang Yahudi di Palestina, didukung oleh uang hasil sumbangan dari seluruh orang Yahudi di dunia. Herzl ini juga dikenal pendiri zionisme, yang juga tidak disetujui oleh orang Yahudinya sendiri.
1914 Di Palestina hidup 1200 orang Yahudi. Setelah kekalahan kekalifahan Usman di perang dunia ke-1, Palestina menjadi bola permainan para penguasa. Para Zionis ada di sisi Inggris dan Amerika.
1917 Tanggal 2 November mentri luar negri Inggris Lord Balfour menandatangani Deklarasi Balfour untuk membangun negara yahudi. Sebulan kemudian masuklah tentara Inggris ke Yerusalem.
1920 Gabungan Negara-negara menyerahkan mandat Palestina ke Inggris. Akibatnya datanglah 75.000 lagi orang Yahudi ke Palestina. Negara-negara Arab tidak menyetujui didirikannya negar Yahudi di Palestina.
1922 Transjordania dipisahkan dari daerah mandat. Sebagai perwakilan orang Yahudi dibuatlah Jewish Agency. Di tahun ini hidup kurang lebih 80.000 orang Yahudi di Palestina
1933 Di Jerman dimulailah pengejaran secara sistematis orang Yahudi.
1936 Masyarakat Arab menentang politik masuknya orang Yahudi ke Palestina, tapi orang Yahudi dibantu oleh tentara Inggris.
1937 Sesudah pemerintah Mandat membatasi imigrasi dan pembelian tanah oleh orang Yahudi, timbullah ketegangan yang dilakukan oleh organisasi bawah tanah Yahudi terhadap orang Inggris.
1939 Pendidikan sebuah brigade Yahudi untuk memasukkan orang Yahudi ke Palestina
1945 Komisi Inggris Amerika menganjurkan penerimaan 100.000 orang Yahudi di Palestina, tapi kemudian ditolak oleh Inggris sehingga menyebabkan kerusuhan di antara Yahudi - Palestina.
1947 UNO menganjurkan pemisahan Palestina dan pembentukan negara Yahudi dan Arab. Perang antara Yahudi dan Arab menghindarkan dilanjutkannya rencana itu.
1948 Inggris mengakhiri Mandatnya atas Palestina dan tanggal 14 Mei meninggalkan Palestina. Tentara Yahudi memasuki Palestina dan mengusir orang Palestina yang didukung oleh negara-negara Arab. Di hari yang sama Ben Gurion menyerukan kemerdekaan Israel di kota yang dibentuk mereka, Tel Aviv, sehingga kemudian menyebabkan perang hari pertama Timur Tengah.
1949 Setelah perang, Israel diakui sebagai negara oleh UNO. Karena itu hiduplah ratusan ribu orang Palestina di pengasingan terutama di Gaza. Pemerintah Israel mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota. Di Palestina ada sekitar 650.000 orang Yahudi.
Sumber dari :


